/Features

Cozumel & Costa Maya: Exotism of East Coast Mexico
/ 21 May 2013

Meksiko, yang memiliki nama resmi United Mexican States, terbentang di sebelah selatan Amerika Serikat. Garis pantainya yang panjang membuat Meksiko berdaulat atas Teluk Meksiko, bagian Timur Laut Karibia, serta bagian barat Samudera Pasifik. Dikarenakan hal itu, saya memutuskan untuk menelusuri sebagian kota-kota pantai di sepanjang pesisir Meksiko Timur yang bersebelahan dengan laut Karibia.

Mexico06

M1

Belaian angin, kulit coklat yang terbakar matahari, aroma asin laut, serta minuman segar yang sedang membasahi tenggorokan, membuat kepala saya secara otomatis mengalunkan ketukan empuk dan petikan gitar lagu Besame Mucho. Di kota pantai, saya rasa Anda bisa melakukan apapun yang anda mau. Karena Anda tidak sedang terjebak dalam pantai tak berpenghuni yang kekuarangan air bersih, dan Anda juga tidak berada di tengah kepadatan transportasi darat yang mana sejauh mata memandang hanya ada gedung tinggi dan polusi. Anda, dalam hal ini saya, berada di kota dan di pantai. Saya bebas untuk bermain parasailing kemudian membeli es krim sembari berjalan pulang dengan tetap bercelana pantai. Saya juga bebas untuk berbaring lepas di atas pasir pantai, menikmati sejenak panas matahari, kemudian kembali menjadi manusia modern yang bersepeda dengan telinga dijejali earphone iPod.

Mexico22

M2

Bicara aktivitas di sekitar laut, saya perkenalkan Anda pada Pulau Cozumel, salah satu destinasi favorit dunia untuk menyelam. Selain kota pantai yang ramai, Cozumel juga memiliki reputasi sebagai salah satu world’s best duty-free shopping ports. Berbagai toko terbentang di sepanjang pantai, dengan berbagai macam barang pula dipamerkannya, baik kerajinan tangan lokal Meksiko, batu-batu perhiasan, karpet oriental, hingga minuman beralkohol. Di salah satu sisi Jalan Adolfo Rosaldo Salas, Anda bisa menemukan sebuah toko bercat kuning dan biru bernama “Tequila Factory Square”.

Mexico12

Toko ini memiliki signature drink bernama Cava Antigua yang 100% terbuat dari tanaman agave tequilana. Dari namanya saja tentu Anda bisa menebak bahwa tanaman asli dari Jalisco di Mexico ini merupakan bahan dasar pembuatan tequila yang sangat penting dalam perekonomian Meksiko. Minuman beralkohol yang tersedia di toko ini dipackage dalam botol-botol berbentuk menarik, dipajang di etalase kaca atau meja-meja kayu vintage, sedikit mengingatkan saya akan botol-botol ramuan berwarna-warni dalam cerita penyihir.

Mexico24

M4

Selama di Mexico, saya banyak menghabiskan waktu berjalan kaki kesana-kemari. Sungguh tidak mungkin untuk tidak menjumpai lembaran-lembaran kain Mexico. Tersimpan sejarah yang panjang di balik kain berwarna neon berhiaskan bentuk-bentuk geometris sederhana yang sering Anda jumpai ini. Pada zaman pre-hispanic, bangsa Aztec menemukan sebuah lahan dimana tumbuh pohon kapas dalam jumlah besar. Bahan baku katun itu ditenun oleh para wanita Aztec untuk nantinya digunakan oleh anggota suku kelas atas, sebagai perlambang status sosial yang mereka sandang. Berbeda zaman tentu berbeda aturan, ketika tiba masa kolonial, tenunan-tenunan ini justru dilarang karena dianggap uncivilized. Perdagangan darat yang tengah maju dikala itu mempermudah masuknya bahan wol dan sutra sebagai komoditi baru pembuatan kain Mexico.

Mexico08

Pengaruh budaya Eropa dan Asia menyebabkan perkembangan bentuk kain yang ada menjadi bentuk pakaian yang mampu untuk dikenakan sehari-hari. Semakin terbiasanya orang-orang dengan wujud kain ini, maka terjadi pula penurunan harga, terutama masa sekarang yang telah mengenal produksi masal dengan teknologi canggih pabrik. Namun semua itu tidak berarti kualitas dan kesan etnik-modern yang dimiliki kain Meksiko tidak banyak dicari oleh para pecandu tekstil. Kain Mexico telah melewati sekian panjang era sejarah dan kebudayaan yang membuatnya memiliki nilai tradisi tinggi, karenanya justru pembuatan kain tenun atau border Mexico dengan tanganlah yang banyak diincar oleh para kolektor dan pedagang. Bagaimana dengan kain yang murah dan begitu komersil? Well, kembali pada saya dan turis asing lain, saya rasa kami tidak menolak memiliki kain berwarna dan bermotif hip dari Mexico, dengan unsur etnik yang unik tapi tetap kekinian, dengan harga yang terjangkau. Saya rasa dunia fashion pun mengakui perpaduan motif dan warna berani Mexico sebagai inspirasi baru yang diterapkan dalam pakaian-pakaian modern.

785px-×-524px

Sudah cukup puas melihat hamparan pasir putih keemasan dan birunya laut , menyusuri detail dan warna dari setiap ‘jajanan’ yang memenuhi kios dan toko souvenir (yang telah sedikit demi sedikit membuat saya gatal untuk merogoh dompet di saku belakang), akhirnya saya beralih ke Costa Maya yang juga sering disebut Majahual. Costa Maya terletak di seberang Pulau Cozumel. On-shore tentu saja terbentang pantai −since here is the Caribbean − dengan penginapan-penginapan berwarna cerah lengkap dengan segala fasilitas bersantai, tetapi saya melangkahkan kaki menuju bagian dalam Costa Maya, Yucatan, menemui peninggalan suku Maya. Nama Yucatan terbentuk ketika bangsa Spanyol pertama datang menuju tanah tersebut, suku Maya yang berdiam disana terus mengatakan “yu u catan”, berarti “aku tidak mengerti maksudmu”, kepada para pelaut Spanyol. Setelah melewati perjalanan 55 menit dengan bus, masuk ke dalam hutan Meksiko, disana berdiri tegap di tengah hutan mangrove, Chacchoben Pyramid.

Mexico02

Mexico01

Piramid ini telah berhenti beraktivitas sejak tahun 700 M, jadi telah lebih dari 1300 tahun ia bertahan dari serangan hebat alam tanpa ada campur tangan penduduk setempat. Jika diperhatikan, masih banyak warna cat merah yang menempel di badan piramid Chacchoben, karena sesungguhnya merah adalah warna asli yang melapisi batuan penyusun piramid ini ketika pertama kali dibangun. Piramid ini dahulu digunakan oleh bangsa Maya sebagai tempat mengamati pergerakan benda langit dan sebagai tempat pemujaan dewa. Dalam mitologi suku maya, disembahlah Kukulkan sebagai dewa tertinggi dan paling fundamental dalam kisah penciptaan.

M3

Kukulkan direpresentasikan dalam bentuk ular berbulu, dan bersama Tlalchitonatuih (Jaguar God) mereka memerintah suku Maya. Segala pelataran yang sepertinya cocok untuk mempersembahkan kurban, batuan bertingkat yang menunjukkan adanya sosok raja yang disembah pada kepercayaan lama suku Maya, gambaran hewan-hewan mencekam namun penuh wibawa berdiri di puncak piramid dengan sinar keemasan di balik punggung mereka, membuat saya terjebak dalam imajinasi berpetualang bersama Tintin di kisah Prisoners of the Sun. Masih menjadi sebuah kepercayaan sekitar bahwa Dewa Ular dan Jaguar ini tetap menghuni pedalaman Hutan Meksiko.

Mexico20

Mexico15

Kaki yang telah berwarna kemerahan ditambah kulit wajah yang mulai terbakar menjadi merah jambu mendorong saya untuk refresh menuju enerjiknya kota. Toss some beer (and tequila) with some friends sounds great, doesn’t it? Kembali ke resort di pinggir pantai Costa Maya yang berupa komplek bangunan yang dipenuhi oleh bar-bar, atap-atap berwarna cerah, karakter kartun-kartun yang menghiasi pintu-pintu kayu, dan gemerlap neon box. Keadaan ini mengingatkan saya akan kehidupan orang Batak di Sumatera Utara: individu berpenampilan keras yang menyukai selebrasi. Teriakan-teriakan dalam bahasa yang asing di telinga, hangatnya udara, benturan antar gelas yang disulangkan, meriah tapi kental unsur daerah. Jika harus menggambarkannya, saya akan menumpahkan warna coklat dan oranye. Ini eksotisme.

Mexico17

Words and photo by Aditya Arnoldi 

Related Post

27 April 2017
Experience North Vietnam’s most famous highland at Jakarta’s own Beer Garden SCBD
21 March 2017
You might want to consider adding Shekhawati under your “Places to Go Before I Die” list
8 November 2016
For this year’s Motoart Exhibition, Sekepal Aspal filmed a semi documenter film titled ‘1000 Kilometer’.
14 September 2016

Popular Post

Roemah Pulomanuk is the perfect combination of relaxing getaway and getting closer to nature at the same time
29 August 2012
Älska is a one-stop-treasure-shop where you can find all sorts of wonderful knick knacks from faraway and exotic places around the globe
7 July 2014
The home and design Indonesian made Plan B’s creative duo Anezka and Ifa shares decorating ideas to Sub-Cult over margaritas and spiced chocolate
18 June 2014
For this issue of You’re It, we turn to Kims, the dude behind Capital Jakarta and one of Sub-Cult’s founders
19 May 2014
Open menu